GDX-1 setelah rebuild penuh, tersambung ke TAM, CT, dan CV sebagai satu kesatuan production line

STUDI KASUS · PT JALLECA

Frame 20% kembali berproduksi penuh — dalam 8 bulan.

Hauni GDX-1 Series 100 (SR-100) · 2023–2024 · Lead Engineer: Sunanto

8 BULAN Aldikarya rebuild dari frame menjadi mesin produksi aktif
−10 BULAN Lebih cepat versus jalur OEM original parts
180/MIN Kecepatan produksi sesuai spek pabrik Hauni GDX-1
20% → 100% Frame ke produksi penuh
Frame GDX-1 Series 100 kondisi awal di gudang klien, sebelum proses rebuild
Sebelum — frame kondisi 20%
GDX-1 setelah rebuild penuh, tersambung ke TAM, CT, dan CV sebagai satu kesatuan production line
Sesudah — produksi 180 packs/menit

Tantangan

Klien menyimpan kerangka GDX-1 Series 100 sebagai aset non-produktif di gudang — hanya frame, kondisi 20%, tanpa sistem electrical. Tiga opsi di meja: scrap kerangka tersebut, beli mesin baru dengan biaya signifikan, atau rebuild. Klien memilih opsi ketiga, dengan tiga kendala teknis yang harus dipecahkan secara paralel:

01 · Obsolete. Spareparts original Hauni untuk Series 100 sudah masuk kategori discontinued di OEM. Aftermarket hanya menutup sebagian.

02 · Window 8 bulan. Lead time OEM untuk pengadaan parts mencapai 18 bulan. Target operasional klien: 8 bulan. Tidak ada ruang menunggu jalur original.

03 · Electrical dari nol. Tanpa panel control, tanpa PLC, dan harus tersambung ke lini TAM, CT, dan CV sebagai satu kesatuan production line. Bukan retrofit — sistem electrical dibangun dari nol.


Pendekatan

Tim di bawah pimpinan Sunanto memecah pekerjaan menjadi empat jalur kerja yang berjalan bersamaan, untuk menutup gap 10 bulan tanpa mengompromikan toleransi original GDX-1.

01 · Sourcing — Multi-source parts. Pembelian dari beberapa negara via supplier alternatif untuk bypass lead time 18 bulan OEM.

02 · Fabrikasi — In-house. Komponen obsolete difabrikasi sendiri dengan reverse engineering ke toleransi original Hauni.

03 · Electrical — Full rebuild. Panel control baru, sensor diinstalasi ulang, PLC diprogram dari nol oleh tim Aldikarya.

04 · Integrasi — Line link-up. GDX-1 disambungkan ke TAM, CT, dan CV sebagai satu kesatuan production line.


Dampak

  • Aset mati kembali aktif sebagai bagian lini produksi penuh.
  • Timeline 8 bulan terpenuhi — 10 bulan lebih cepat dari jalur OEM.
  • Speed 180 packs/menit, sesuai spek pabrik Hauni GDX-1.
  • Mesin terintegrasi penuh dengan TAM, CT, dan CV.
  • Hubungan support berkelanjutan sejak 2024.

“Tantangan utamanya bukan teknis, tapi waktu. Pecah satu pekerjaan menjadi empat jalur paralel — itulah cara menutup 10 bulan tanpa mengorbankan toleransi original.”

Sunanto, Senior Mechanical Lead, Aldikarya Intisar

Tidak harus dimulai dari rebuild. Cerita 30 menit dulu — kita lihat ada apa.

Konsultasi Gratis 30 Menit